About Me

Foto saya
Perempuan penikmat bulan purnama yang mempunyai mimpi, kelak berjalan di bawah pohon sakura bersama seseorang yang telah halal

Rabu, 10 Februari 2016

TENTANG NEGERI IMPIAN


          Tentang negeri impian yang kutak hanya ingin berakhir menjadi sekedar mimpi, kan kusibak segala semak yang menghalangi jalanku, meski harus melahap masa yang tak terhitung.

          Di tengah perjalanan, mungkin saja lenganku akan tergores kayu kecil nan berujung tajam, ataukah kakiku mungkin akan tertusuk duri yang pengalasnya sudah semakin tipis dikikis tanah, namun aku tidak peduli. Aku akan terus melangkah. Luka di lengan akan kuplaster dengan kegigihan, akan kukenakan pula tongkat semangat tuk menyeimbangkan langkah kaki yang pincang, demi impian hidup yang butuh perjuangan.
    Ketika di perjalanan … tekad, semangat, gigih serta kawan-kawan seperjuangannya, terus kukumpulkan dalam kemasan baja, agar terkekang di sana sepanjang masa, agar ia tak lari meninggalkanku tatkala kabut lemah dan capai menyelimuti pandanganku yang tak henti mencari pintu negeri impian.
         Tentang negeri impian, yang hanya bisa kukagumi melalui cerita dari bibir ke bibir, yang hanya bisa kuraba melalui gambar yang disodorkan sang pengisah dengan suka cita, saat kami berpapasan di simpang jalan.
          Ia sudah kembali, dan aku masih meniti jalan.
          Tentang negeri impian, yang kutakkan pernah menyerah menapaki jalan mencari ujungnya menuju pintu gerbang penentu.
          Apakah aku layak memasukinya atau tidak?
    Jawabannya hanya masih terkaan. Jelasnya bisa kuketahui saat berdiri di hadapannya. Namun, aku yakin … waktu selalu menjawab dengan baik setiap usaha dan kerja keras.
          Terlepas dari semua hal itu, aku … dan negeri impian, masih berupa teka-teki.

Sang pejuang negeri impian
Gowa, 11 Feb 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar