About Me

Foto saya
Perempuan penikmat bulan purnama yang mempunyai mimpi, kelak berjalan di bawah pohon sakura bersama seseorang yang telah halal

Kamis, 27 April 2017

Tentang Kita, Penghuni PC 27 Maret 2017


Tak terasa kelas kita sudah berakhir hari ini, Guys. Sedih! Rasanya baru kemarin kita memulai kelas, perkenalan hingga tiga hari. Ditutup dengan kisah Mr. Iqbal yang tak kalah dengan drama-drama korea.

Selasa, 25 April 2017

HATI-HATI DI JALAN KAK RIRI

Malam ini kami sedang duduk di Warung OploStar Jl. Brawijaya saat kuputuskan untuk menulis ini. Kami berkumpul dalam rangka farewell party Nangguru kami, kak Riri. Hiks, besok dia pulang ke Sulawesi. Tentunya kami semua bersedih sebab padanya sering kali kami belajar jika ada materi grammar yang tidak kami pahami.

Senin, 24 April 2017

SURAT KE-11 UNTUK AYAH

“PARE”
Hai, Ayah, apa kabar di sana? Di sini, saya masih tetap sama seperti dulu, merindukanmu.
Ayah, baru saja saya menghitung bulan tentang kapan kali terakhir saya menulis surat untukmu. Ternyata lama, sangat lama. 10 bulan. Selama ini saya telah menjadi orang yang sok sibuk. Maafkan!

Minggu, 16 April 2017

KISAH SANG PENADAH KISAH-KISAH

Ini tentang kisah Sang Penadah kisah-kisah. Tentang kisah-kisah yang telah, sedang atau akan terkisah, yang mulai ia rangkai.

TUTUR


Malam ini saat kueja kata tuk berbagi, 
lega menjelma bebutir Sang Putri Laut

Rabu, 12 April 2017

RENUNG


Tiap detiknya, kalbuku memaki. Memakiku yang belakangan terlalu sibuk membersihkan lumut rumahnya, hingga tak punya waktu tuk memperindahnya.

Senin, 10 April 2017

LANGIT KISAHKU


Kemarin, saat kakiku melangkah meninggalkan Flamboyan, ada sesak yang nyaris terisak. Betapa tidak? Selama empat bulan terakhir, langitnya menyaksikan segala kisah dan menemani langkahku yang berkutat antara kos dan tempat kursus, SMART ILC. Bahkan malamnya pernah menyimpan cerita rapuhku, sebab tak lulus di Placement Test menuju Pre-Grammar tuk kali pertama di bulan Desember. Mengingat masa itu selalu mengundang tawaku. Jika meminjam istilah teman, aku bagai butiran debu. Sekarang, setelah menjadi aktivis PT, hatiku mulai berdamai, seperti aku yang sudah mulai berdamai ketika naskahku di tolak penerbit.