Catatan ini untuk kalian para kaum lelaki.
Singgahlah sejenak, Kawan. Mari melepas penat dengan bercengkerama di ruang imaji.
About Me
- lafaz doa sang pecinta
- Perempuan penikmat bulan purnama yang mempunyai mimpi, kelak berjalan di bawah pohon sakura bersama seseorang yang telah halal
Minggu, 30 April 2017
SALAM PERPISAHAN
Tak terelakkan, jumpa akan menjabat tangan
pisah di ujung jalan tuk memulai jumpa kemudian pisah yang baru di tempat lain.
Kamis, 27 April 2017
Tentang Kita, Penghuni PC 27 Maret 2017
Tak
terasa kelas kita sudah berakhir hari ini, Guys. Sedih! Rasanya baru kemarin
kita memulai kelas, perkenalan hingga tiga hari. Ditutup dengan kisah Mr.
Iqbal yang tak kalah dengan drama-drama korea.
Selasa, 25 April 2017
HATI-HATI DI JALAN KAK RIRI
Malam
ini kami sedang duduk di Warung OploStar Jl. Brawijaya saat kuputuskan untuk
menulis ini. Kami berkumpul dalam rangka farewell party Nangguru kami, kak Riri.
Hiks, besok dia pulang ke Sulawesi. Tentunya kami semua bersedih sebab padanya
sering kali kami belajar jika ada materi grammar yang tidak kami pahami.
Senin, 24 April 2017
SURAT KE-11 UNTUK AYAH
“PARE”
Hai,
Ayah, apa kabar di sana? Di sini, saya masih tetap sama seperti dulu,
merindukanmu.
Ayah,
baru saja saya menghitung bulan tentang kapan kali terakhir saya menulis surat
untukmu. Ternyata lama, sangat lama. 10 bulan. Selama ini saya telah menjadi
orang yang sok sibuk. Maafkan!
Minggu, 16 April 2017
KISAH SANG PENADAH KISAH-KISAH
Ini tentang
kisah Sang Penadah kisah-kisah. Tentang kisah-kisah yang telah, sedang atau
akan terkisah, yang mulai ia rangkai.
Rabu, 12 April 2017
RENUNG
Tiap detiknya,
kalbuku memaki. Memakiku yang belakangan terlalu sibuk membersihkan lumut rumahnya,
hingga tak punya waktu tuk memperindahnya.
Senin, 10 April 2017
LANGIT KISAHKU
Kemarin, saat kakiku melangkah meninggalkan
Flamboyan, ada sesak yang nyaris terisak. Betapa tidak? Selama empat bulan
terakhir, langitnya menyaksikan segala kisah dan menemani langkahku yang
berkutat antara kos dan tempat kursus, SMART ILC. Bahkan malamnya pernah
menyimpan cerita rapuhku, sebab tak lulus di Placement Test menuju Pre-Grammar
tuk kali pertama di bulan Desember. Mengingat masa itu selalu mengundang tawaku.
Jika meminjam istilah teman, aku bagai butiran debu. Sekarang, setelah menjadi
aktivis PT, hatiku mulai berdamai, seperti aku yang sudah mulai berdamai ketika
naskahku di tolak penerbit.
Langganan:
Postingan (Atom)



