Tiap detiknya,
kalbuku memaki. Memakiku yang belakangan terlalu sibuk membersihkan lumut rumahnya,
hingga tak punya waktu tuk memperindahnya.
Sampai pada malam ini
saat kukunjungi ruang renung, cekam menyelimuti waktuku. Aku terhempas tanpa
ampun ke sudut begitu membuka pintu ruangnya, lalu meringkuk bodoh di sana sambil
menggigit bibir yang hampir berdarah.
Pare, 12 April 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar