Tak
terasa kelas kita sudah berakhir hari ini, Guys. Sedih! Rasanya baru kemarin
kita memulai kelas, perkenalan hingga tiga hari. Ditutup dengan kisah Mr.
Iqbal yang tak kalah dengan drama-drama korea.
Tapi
percayalah, Guys, hari itu saat kalian memutuskan untuk bercerita tentang kisah
masing-masing, saat itulah aku merasa akrab dengan kalian.
Mr.
Iqbal, sang tutor yang akunya akan selalu tampil apa adanya di depan
murid-murid, pengertian dan baik hati, tapi selalu bermasalah dengan kata move
on dan jomblo. Terima kasih atas ilmunya, dan kami terharu atas pengakuan Mr. di
Instagram tentang kami. Hohoho ....
Mr.
Feri, sang tutor yang menyebut diri dengan Mr. Alejandro, hobi membuat kami
ketawa terpingkal-pingkal, terima kasih atas ilmu dan asupan gizinya lewat
soal-soal PC yang bikin mabok.
Purdi,
sang Chief yang tak pernah kehabisan guyon, acap kali dipanggil Oli, Gendut dan
selalu semangat membagi ilmunya pada orang lain. Tidak merokok itu keren, loh.
Widya,
gadis manado yang berhati cantik, senang berbagi tapi acap kali terlihat galau,
semoga berubah pikiran tentang kata pulang. Terus berjuang bersama kami!
Silmi,
Nack Makassar yang selalu terlihat ceria kecuali jika sedang lapar dan ngantuk,
kerap menjadi bahan candaan karena kepolosannya. Jangan berpikir tentang pulang
dulu, yah!
Imam,
anak kelahiran Blitar yang selalu mengingatkanku untuk menulis, topi selalu melekat di kepalanya dan sudah kuanggap seperti adik sendiri saat mulai belajar
bareng selepas EG. Terus berkarya, yah!
Zuo,
gadis yang terkenal dengan senggol bacok di kelas, selalu tampil apa adanya dan
terlihat lucu jika sedang malu, meski pulang tak bisa diulur lagi tapi jangan
lupa balik, oke?
Rudi,
sang Maha Guru, begitulah kudengar orang-orang menyapanya, meski terkenal suka
komen, tapi aslinya baik dan suka membantu, jangan menyerah dan terus berjuang!
Vhe,
teman seperjuanganku sejak di kampus, hobi ketawa, berjiwa aktivis, jangan
pernah bosan bersamaku dan terima kasih karena kerap menjadi penadah kisahku.
Kurangkai
kalimat ini sambil membayangkan wajah kalian satu-satu, kembali membuka
lembaran kenangan hari kemarin. Jika meminjam istilah Widya, selama
perjalanan kelas PC kita telah menjadi penghuni bayangan SMART. Datang setengah
enam dan pulang setengah enam.
Mungkin
ini yang membuat kita menitikkan air mata pagi tadi. Kebersamaan kita saat
belajar, canda yang tiada henti, kompak, bahkan tidur bergelimpangan di kelas
sambil menunggu jam berikutnya. Aku sudah tahu betul wajah-wajah asli kalian
saat bangun tidur. Kalian pasti ingat perkataan Mr. Feri, kalau kita
sudah seperti pengungsi.
Makan,
apalagi jika tentang makan. Oleh para tutor kelas kita dijuluki kelas makan, katanya kita tidak pernah berhenti mengunyah. Sang pelopor, Silmi,
sangat berpengaruh jika tentang ini. Piiiissss Silmi ....
Guys,
di manapun kelak takdir membawa kita, di manapun kelak kaki kita berpijak,
jangan sampai lupa bahwa kita pernah mencipta kenangan bersama. Tulis di buku
perjalanan masing-masing jikalau kita pernah menghabiskan hari di SMART
tercinta, merajut kisah dan galau berjamaah saat nilai tidak ada yang mencapai
200 Di PT.
Guys,
jika banyak kekataku yang meyakiti kalian, maafkan. Dan percayalah bahwa aku
bersyukur telah mengenal kalian dengan canda tawa sebulan ini.
Kutulis
ini bukan berarti kita tak akan berjumpa lagi, sebab mulai hari ini aku
berharap kita akan berjuang bersama menuju kelas selanjutnya. MC. Mungkin saja
Mr. Tono sudah menunggu kita. Hohoho ....
Di ruang haru
Pare, 27-04-2017















Tidak ada komentar:
Posting Komentar