“PARE”
Hai,
Ayah, apa kabar di sana? Di sini, saya masih tetap sama seperti dulu,
merindukanmu.
Ayah,
baru saja saya menghitung bulan tentang kapan kali terakhir saya menulis surat
untukmu. Ternyata lama, sangat lama. 10 bulan. Selama ini saya telah menjadi
orang yang sok sibuk. Maafkan!
Ayah,
banyak hal yang telah terjadi selama 10 bulan ini. Tentangku di kampung halaman
hingga akhirnya merantau ke Pulau Jawa. Yah, saya nuntut ilmu di sini. Bahasa
Inggris.
Pahit
manis sudah sedikit kucicipi di sini. Tentang kerinduan dari tanah rantau,
belajar yang harus tekun di sini agar masa tak mengecam diriku kelak. Tentang
serak dan sorak tatkala mengikuti Placement Test di tempat kursus hingga pada
materi-materi grammar yang cukup menguras otak.
Ayah,
sudah banyak mimpi yang kurangkai bersama si Putih di sini. Mimpi-mimpi hidup
yang jika kelak menjadi kenyataan, akan kupersembahkan untukmu dan ibu. Olehnya
itu, bantu saya menggapai mimpi dengan rido kalian. Oke?
Otousan
ni Aitai
Pare,
23 April 2017

Masih ada lagi kah?
BalasHapusApa yang masih ada?
Hapus