Hai, Ayah … ogenki desu ka? Gomennasai, cukup
lama saya tidak menulis surat. Anakmu ini belakangan super—baca sok—sibuk, Ayah
:D
Singgahlah sejenak, Kawan. Mari melepas penat dengan bercengkerama di ruang imaji.
About Me
- lafaz doa sang pecinta
- Perempuan penikmat bulan purnama yang mempunyai mimpi, kelak berjalan di bawah pohon sakura bersama seseorang yang telah halal
Minggu, 26 Juni 2016
Senin, 13 Juni 2016
Sebuah Catatan untuk Sahabat yang Terluka
Beberapa
waktu yang lalu kau berbisik di telingaku, Kawan, tentang sebuah cinta yang
dikhianati dan kepercayaan yang dirobohkan.
Jumat, 10 Juni 2016
JIKA RINDU BERBICARA TENTANGNYA, MAKA TAK ADA RINDU YANG AKAN USAI
Saat ini entah mengapa aku ingin berbicara
tentang rindu. Menumpahkan tutur pada malam yang lebih banyak membisu. Membisik
pada angin yang tengah asyik bermain dengan daun. Mungkin aku sudah terlampau
letih menelusuri labirin demi labirin, demi mencari senjata pembunuh rindu. Kau
tahu? Hanya kutuai lelah dan sesak dalam tiap langkahku.
Selasa, 07 Juni 2016
Tentang Rahasia Kecil Kalian

Selalu ada rahasia-rahasia kecil, hanya kau dan
Allah yang perlu tahu. Itu bisa jadi menjadi pilihan yang kau akan katakan ‘tepat’
suatu saat nanti, sebab segala hal di dunia ini, manusia hanya bisa berencana,
Allahlah penentu, pemegang kendali yang tak tertandingi.
PENIKMAT SEPI
Aku sang penikmat sepi. Penyuka sunyi tanpa
suara kecuali bisikan malam dan hembusan napasku sendiri.
ARIGATOU, VEER; 1Q84 DI TANGGAL 07 JUNI 2016
Kaget bin
senang, setelah memasuki pintu Gramedia tadi siang, setelah melewati satpam yang
menyambut ramah, di samping rak novel, si Veer, teman kamar yang kece bin baik
hatinya tiba-tiba saja berbalik dan menyodorkan selembaran merah sambil berucap,
“Ini, pembeli novel.”
Ahhaide’,
hal apa coba yang paling membahagiakan bagi mahasiswa yang lagi kanker (baca
kantong kering) sepertiku tiba-tiba ditraktir novel? Diajak ke toko buku saja
mataku sudah berbinar, itung-itung untuk melihat harga buku yang jadi incaranku
sekarang.
Langganan:
Postingan (Atom)

