About Me

Foto saya
Perempuan penikmat bulan purnama yang mempunyai mimpi, kelak berjalan di bawah pohon sakura bersama seseorang yang telah halal

Sabtu, 30 Januari 2016

DI KOTAK PUTIH, AKU DAN KUPU-KUPU


Adakah dunia yang lebih indah dari dunia imajiku, kupu-kupu?


Mendekap di dalam kotak putih, membuat sekujur tubuhku ngilu, dengan suasana dan pemandangan yang tak berubah. Bahkan, sayap yang telah kujahit, kutekuni beberapa masa, tak bisa kukepakkan seperti kepakan kupu-kupu yang menjengukku beberapa waktu lalu. Akhirnya, lagi dan lagi, aku memilih mendekap di dalam jeruji imaji yang tiada batas. Yah, itu lebih menyenangkan, meski mungkin tiada yang mengertiku dan aku malah dianggap aneh.
Namun, sekali lagi ... itu jauh lebih menyenangkan.

Rabu, 27 Januari 2016

GAGAL MOVE ON


            Kurang lebih sebulan yang lalu, saat salah satu teman sekamar—yang biasa kusapa dengan sebutan Kak Cui—berkata, “Teman mamaku yang bekerja di pabrik indomie mengatakan, kalau mie mengandung pengawet mayat, makanya dia berpesan jangan terlalu sering mengonsumsinya.”

Surat ke-7 untuk Ayah

"Otousan ni Aitai"

Ayah, pabila galau, pena dan imajiku beradu
Ayah, pabila ditolak, seperti hatiku tertohok telak
Jika naskah ditolak melulu
Akankah aku jadi penulis sebenarnya kelak?

Senin, 11 Januari 2016

SURAT KE-6 UNTUK AYAH

Kurajut rindu dengan benang kata, agar kelak menjadi rajutan paragraf yang bisa kulepas kenakan semauku


       Assalamualaikum, Ayah … saya harap Ayah dalam keadaan sehat selalu.
       Kali ini saya akan bercerita kepada Ayah tentang kelanjutan pekan ilmiah. Saya sudah menyinggung di surat sebelumnya, kalau saya ikut lomba KTI. Wuiiih, Ayah, hari itu luar biasa, kami duduk dari jam 08.00-17.00, beragam macam gaya sudah saya lakukan untuk merenggangkan badan.

SURAT KE-5 UNTUK AYAH


Otousan ni Aitai

       Apa kabar, Ayah? Hehehe, maaf, lumayan lama tidak nulis surat lagi. Pastinya Ayah sudah sangat penasaran dengan keseharianku (hahaha GR).