Adakah dunia yang lebih indah dari dunia imajiku, kupu-kupu?
Mendekap di dalam kotak putih, membuat sekujur tubuhku ngilu,
dengan suasana dan pemandangan yang tak berubah. Bahkan, sayap yang telah
kujahit, kutekuni beberapa masa, tak bisa kukepakkan seperti kepakan kupu-kupu
yang menjengukku beberapa waktu lalu. Akhirnya, lagi dan lagi, aku memilih
mendekap di dalam jeruji imaji yang tiada batas. Yah, itu lebih menyenangkan,
meski mungkin tiada yang mengertiku dan aku malah dianggap aneh.
Namun, sekali lagi ... itu jauh lebih menyenangkan.





