Telaga rindu yang tak akan pernah mengering
Hai, Ayah …! Bagaimana kabarmu
di sana? Baikkan? Pastilah, anakmu ini tidak pernah berhenti mendoakanmu.
Emmm, aku menulis surat ini
karena tiba-tiba saja aku rindu dengan Ayah. Dan jika ini tentang Ayah,
pastinya sangat sulit untuk mengobatinya, Emm, tepatnya, sich, tidak akan
pernah terobati.


