Hari
ini umurmu bertambah, Sekamar, menginjak 22 tahun. Dan menurutku, kau termasuk
orang yang keren, usiamu yang semakin bertambah tidak kau lalui dengan sia. Sudah
banyak pencapaian yang kau raih di usiamu sebelumnya. Kau tahu? Aku selalu
menjulukimu sebagai motivatorku dengan berbagai alasan. Kau memang hebat,
Kawan.
Singgahlah sejenak, Kawan. Mari melepas penat dengan bercengkerama di ruang imaji.
About Me
- lafaz doa sang pecinta
- Perempuan penikmat bulan purnama yang mempunyai mimpi, kelak berjalan di bawah pohon sakura bersama seseorang yang telah halal
Jumat, 13 Mei 2016
DEAR KAK ASMA; SAHABAT YANG SELALU KURINDUKAN
Kawan, baru saja kita saling berucap
tentang rindu yang tak terkata, tentang waktu yang katamu sangat ingin kau
putar agar esok segera datang. Ah, Kawan, aku pun sangat ingin bersua denganmu.
5 tahun bukanlah waktu yang singkat. Banyak hal sudah berubah. Banyak.
Kamis, 12 Mei 2016
Tentang Kupu-Kupu yang Hinggap Pagi Tadi
Pagi
tadi, seekor kupu-kupu hinggap di atas meja kamar kita. Dan entah mengapa, aku
selalu percaya sejak dulu, bahwa jika ada kupu-kupu yang masuk ke dalam rumah,
berarti akan ada seorang tamu yang datang. Sesuatu yang kuyakini sejak kecil.
KAPAN NYUSUL?
Kapan nyusul?
Pertanyaan
itu sangat akrab di telingaku akhir-akhir ini. Lebih tepatnya di telinga kami
angkatan THK 08. Pertanyaan di bulan Mei yang mungkin cukup sulit untuk
dijawab. Adik-adik junior, seangkatan pun senior melontarkan pertanyaan yang
sama.
Rabu, 11 Mei 2016
MY TWIN, YANG LAHIR DARI RAHIM YANG BERBEDA
Kerap, orang-orang di sekeliling kita tidak bisa membedakan
kita, Kawan. Pun Pembina, sering menyapaku dengan namamu. Bahkan kemarin,
begitu keluar dari café baca perpustakaan, lagi-lagi seseorang menyapaku dengan
namamu. Kita begitu mirip, bukan?
Selasa, 10 Mei 2016
MAKHLUK BERANTENA
Aku mulai memperhatikanmu, sejak pertama
membaca cerita tentangmu. Cerita fantasi memang, tapi itu seru dan menurutku
luar biasa. Itu saat aku di MTS. Tapi, beberapa waktu kemudian aku berubah
membenci makhluk sepertimu. Itu karena kau dan kawan-kawanmu mengeroyokku.
Hhhh, kau sungguh tega, padahal dulu aku kerap memperhatikan antena di
kepalamu. Ternyata begitu gampangnya rasa suka berubah menjadi benci.
Langganan:
Postingan (Atom)



