Pagi
tadi, seekor kupu-kupu hinggap di atas meja kamar kita. Dan entah mengapa, aku
selalu percaya sejak dulu, bahwa jika ada kupu-kupu yang masuk ke dalam rumah,
berarti akan ada seorang tamu yang datang. Sesuatu yang kuyakini sejak kecil.
Aku tak
henti berpikir, kira-kira tamu siapa yang akan datang? Aku penasaran.
Ah,
tapi belakangan kusadari, itu tamu kamu, Nisa. Di antara kita berempat,
hanya kau yang mempunyai tamu hari ini. Seseorang tamu yang datang kekehidupanmu.
Ah, ternyata ia membawa oleh-oleh cinta dan kau menjamunya dengan senyum yang
masih menyisa malu, kikuk. Tapi, kutemukan keyakinan di matamu, jikalau ia
adalah tamu yang tepat untuk kau berikan pula cintamu. Tamu yang tepat untuk segera
kau sajikan minuman ‘kepercayaan’ di hadapannya.
Kulihat
pula, tamu itu menyesap dengan nikmat minuman yang kau sajikan, lalu mengulum
senyum tanda ia menyatukan kepercayaan kalian dengan tali kesetiaan. Insya
Allah.
Ah,
betapa bahagia kami sahabat-sahabatmu melihatnya.
Satu hal
yang perlu kau tahu. Tak hanya kami sekamarmu, tapi seluruh sahabat-sahabat di
THK 08 selalu mendoakan kebahagiaanmu. Bukankah, we are one?



Tidak ada komentar:
Posting Komentar