Aku mulai memperhatikanmu, sejak pertama
membaca cerita tentangmu. Cerita fantasi memang, tapi itu seru dan menurutku
luar biasa. Itu saat aku di MTS. Tapi, beberapa waktu kemudian aku berubah
membenci makhluk sepertimu. Itu karena kau dan kawan-kawanmu mengeroyokku.
Hhhh, kau sungguh tega, padahal dulu aku kerap memperhatikan antena di
kepalamu. Ternyata begitu gampangnya rasa suka berubah menjadi benci.
Dan aku rasa, perasaan benci itu lagi-lagi
berubah menjadi sesuatu yang biasa saja, itu karena aku selalu melihatmu setiap
malam, mondar-mandir seperti kebingungan di samping ranjangku. Awalnya aku
memang risih dan memandangmu dengan mata menyipit, tapi lama-lama aku mulai
terbiasa. Aku malah sangat ingin
mengajakmu mengobrol. “Mengapa kau selalu seperti kebingungan di sini? Apakah
kau ingin mengobrol denganku? Atau ... ingin menghilangkan rasa benciku terhadap
sebangsamu?”
Jika itu pertanyaan terakhir, berarti kau
berhasil. Rasa benci itu mulai mencair, meski sepenuhnya belum. Aku masih menyimpan
sedikit trauma.
Ternyata benar, kebencian sedikit demi sedikit
akan melembut, mencair, ketika kau selalu hadir dan menampakkan diri tuk
menghadirkan simpati. Eh?
Satu pesanku untukmu makhluk berantena. Jangan
pernah mengeroyokku lagi! Jika kau ingin menjadi kawanku, datanglah satu
persatu, sebab jujur … aku menyukai antenamu. Ini sebuah pengakuan :D
Ma’had 08 Mei 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar