About Me

Foto saya
Perempuan penikmat bulan purnama yang mempunyai mimpi, kelak berjalan di bawah pohon sakura bersama seseorang yang telah halal

Kamis, 31 Desember 2015

DI PENGHUJUNG TAHUN 2015


       Suara petasan riuh dari segala penjuru, menyambut tahun baru masehi. Di halaman asrama, adik-adik MABA yang mendapat tugas membakar jagung—memang tradisi setiap tahun menjadi tugas di semester 1—terlihat antusias. Mereka kompak, saling membantu satu sama lain.

Rabu, 30 Desember 2015

Happy Birthday my Mom



‘Segala tentangmu adalah Inspirasi di tiap Langkahku’


       49 tahun lalu, terlahir di bumi seorang bayi cantik, yang kelak lahir dari rahimnya 10 orang anak. Menjadi seorang ibu di usia yang sangat muda, 14 tahun. Ia dijodohkan oleh ke dua orangtuanya setamat SD.

Senin, 28 Desember 2015

Arigatou Gozaimasu



          Alhamdulillah saya dapat traktiran novel dari teman hari ini. Judulnya 'The Dead Returns' karya Akiyoshi Rikako. Bermula dari percakapan ringan kami saat perjalanan pulang dari fakultas menuju asrama Ma’had. Saat itu kami membahas tentang lomba yang dia ikuti. Katanya, kalau nanti dia benar-benar menerima hadiah tunai atas kemenangannya dalam lomba KTI di Palu Sulawesi Tengah dulu—dia juara dua, dia akan mentraktirku. Spontan saja saya berseru, “Novel.” Dan dia langsung mengiyakan.

Jumat, 04 Desember 2015

Surat Ke-4 untuk Ayah


"Otousan ni Aitai"
Kulebur Rindu, Menyatu ke dalam Kata

 Mengeja kenangan 
Ampuh leburkan senyum
Rindu kusesap pahit
Zikir jadi penyedap
Untuk Ayah sembahkan doa
Kuntum al-Fatihah mekar terlafazkan
Insya Allah Ilahi kabulkan

TIKAM

TIKAM

Benci
kutikam kau dengan belati
ayat suci
zikir penguat diri

Surat Ke-3 untuk Ayah


"Otousan ni Aitai"
Kucelupkan kata di telaga rinduku


  Hai, Ayah … apa kabar hari ini? Kalau kabarku Alhamdulillah baik, hanya saja sedikit capek bin lelah habis nyuci (hehehe). Sesuai janji, saya akan lebih sering nulis surat untuk Ayah.

Rabu, 02 Desember 2015


SABANA PUSTAKA
Mempersembahkan
Lomba Cipta Puisi Sabana Pustaka
untuk Seluruh Generasi Muda Indonesia
Tema Bebas
Gratis
Syarat peserta dan karya:
1. Lomba ini terbuka bagi generasi muda Indonesia yang berusia 15-25 tahun.
2. Peserta lomba like fanpage facebook Sabana Pustaka.
3. Peserta membagikan postingan info lomba di akun facebook masing-masing dan tag ke 20 orang teman. Kami akan memberikan pengumuman di fanpage facebook kami.
4. Karya yang dikirimkan merupakan karya sendiri, bukan jiplakan, belum pernah dipublikasikan dalam media cetak, dan tidak sedang diikutkan dalam perlombaan lain.
5. Karya tidak menyinggung SARA
6. Karya dikumpulkan dalam bentuk softfile dengan format (.docx) atau (.doc) ukuran A4.
7. Setiap peserta boleh mengirimkan maksimal tiga karya, masing-masing maksimal dua halaman.
Pengiriman Karya
1. Penerimaan karya dimulai tanggal 25 November sampai 12 Desember 2015. Hasil lomba akan diumumkan pada tanggal 19 Desember 2015.
Karya yang akan dikirim dijadikan dijadikan dalam satu file.
2. Setiap peserta melampirkan foto dan biodata narasi (tentang penulis), wajib mencantumkan nama akun facebook dan nomor HP yang ditulis di bagian akhir karya (masih dalam satu file tetapi pada halaman terpisah).
3. Karya dikirim dalam bentuk lampiran ke surat elektronik Sabana Pustaka: sabanapustaka@gmail.com dengan subjek: Lomba_Puisi_(Nama Pengarang) contoh: Lomba_Puisi_Ade Ayu
4. Seratus karya terbaik akan diterbitkan dalam bentuk buku. Apabila karya yang masuk melebihi target, kami akan menerbitkan lebih dari satu buku.

Hadiah
Juara 1:
-Piala
-Buku terbit
-Voucher potongan harga diskon 30% paket penerbitan di Sabana Pustaka (berlaku sampai 3 bulan).
-E-sertifikat penghargaan
Juara 2 & 3
-Piala
-Buku terbit
-E-sertifikat penghargaan
Tiga puluh karya terbaik akan mendapat piagam penghargaan.
Setiap kontributor buku akan mendapatkan diskon untuk pembelian buku terbitnya.
Narahubung: SMS/WA 085711211878

DI KELAS TADI

DI KELAS TADI


Kantuk
membuatku terangguk
dosen batuk
menegur merutuk

Selasa, 01 Desember 2015

Surat Ke-2 untuk Ayah


“Otousan ni Aitai”

       Assalamualaikum, Ayah, apa kabar? Pagi yang indah, bukan? Kuharap di sana, Ayah tak kurang suatu apa pun.  Maaf, cukup lama ku tak menulis surat untukmu, sebab kutumpuk rinduku dulu, agar rangkaian kata suratku terlihat lebih indah.

MUHASABAH PECINTA

MUHASABAH PECINTA



Untukmu di sana
Sang pelita
Purnamaku
Kelak di tiap hariku

DOA SENYAP

DOA SENYAP


Untukmu, calon imamku
kukatupkan tangan selalu
menjaga sentuhan dari yang bukan mahramku
Demi menjaga kehormatanku

AMPUH




Kuseduh
Agar mata tak terkatup
Ternyata ampuh
Akhirnya ia tak jua mau tertutup