‘Segala tentangmu adalah Inspirasi di tiap Langkahku’
49 tahun lalu, terlahir di bumi seorang
bayi cantik, yang kelak lahir dari rahimnya 10 orang anak. Menjadi seorang ibu
di usia yang sangat muda, 14 tahun. Ia dijodohkan oleh ke dua orangtuanya
setamat SD.
“Anak-anak zaman dulu, amat patuh kepada
orangtuanya. Apa pun yang mereka ucapkan pasti dituruti. Takut membantah,” ucapnya
di suatu kesempatan ketika kami berbincang mengenai ‘betapa masih mudanya
beliau’ padahal sudah memiliki 10 orang anak.
Takdir menuntunnya menjadi wanita tegar
nan tangguh. Ia menjadi seorang janda saat anak bungsunya masih menyusui. Sejak
saat itu ia bangkit menjadi srikandi bagi anak-anaknya. Memutar otak,
memikirkan bagaimana cara menghidupi anak-anaknya. Makan, pendidikan dan
kebutuhan lainnya.
Akhirnya ia memutuskan untuk
beriwarausaha. Diawali dengan menjual jilbab—jahitan orang lain. Lama kelamaan,
akhirnya bisa mempunyai modal sendiri. Dengan itulah sampai sekarang ia
menghidupi anak-anaknya.
Dengan cucuran keringatnya, anak-anaknya
bisa mengenyam pendidikan. Sungguh, tiada kudapati dirinya kecuali wanita kuat
nan tegar. Ombak kehidupan yang terkadang menghantam, ia hadapi dengan
berserah, meski mungkin sesekali air matanya mengucur.
Wanita tangguh itu adalah ibuku. Dengan bangga kulafazkan,
wanita hebat itu adalah ibuku. Yah, dia ibuku. Wanita yang selama ini menjadi
inspirasi di tiap langkahku, penyemangat di tiap terpurukku.
Yah, dia ibuku, yang meski kulakukan apa pun, takkan pernah
bisa membalas segala apa yang ia berikan. Dia ibuku, wanita tertangguh
di bumi.
Wanita teristimewaku itu, hari ini, tepatnya 30 Desember
2015 berulang tahun yang ke-49. Selepas isya tadi, saya meneleponnya,
memberikan ucapan selamat ulang tahun.
Dapat kurasakan nada girang di intonasi suaranya saat
menanggapi ucapanku. Demikianlah seorang ibu, perhatian dari anak-anaknya lebih
berharga dari apa pun. Ia tak butuh kado mahal, ia hanya butuh anak-anaknya
terus memperhatikannya.
Yang membuat saya sedih, besok saudara-sadaraku akan
memberikan kejutan pada ibu, mengadakan pesta kecil-kecilan untuk ulang
tahunnya dimana saya mungkin tidak bisa hadir. Bukan karena jarak yang jauh,
namun sebab izin yang mungkin tak kuperoleh untuk pulang.
Saya sedih, jika besok saya tidak bisa ikut menyerahkan
kado saya—yang meski harganya tidak seberapa—kepada ibu.
Ya Allah, kumohon dengan segala karuniaMu, semoga hamba
mendapat izin besok. Saya sangat ingin merayakannya bersama saudara-saudara
yang lain.
Sebelum mengakhiri ini, kuucapkan, “Happy birthday my Mom ….
Semoga panjang umur dan senantiasa dikaruniakan kesehatan olehNya. Diberi
rezeki berlimpah dari Sang Pemberi. Hiduplah yang panjang, Mom, moga saya bisa
menjadi anak yang berbakti. I love u so much ….”
Pena
cinta untuk ibu
Rabu,
30 Desember 2015


Tidak ada komentar:
Posting Komentar