About Me

Foto saya
Perempuan penikmat bulan purnama yang mempunyai mimpi, kelak berjalan di bawah pohon sakura bersama seseorang yang telah halal

Rabu, 30 Desember 2015

Happy Birthday my Mom



‘Segala tentangmu adalah Inspirasi di tiap Langkahku’


       49 tahun lalu, terlahir di bumi seorang bayi cantik, yang kelak lahir dari rahimnya 10 orang anak. Menjadi seorang ibu di usia yang sangat muda, 14 tahun. Ia dijodohkan oleh ke dua orangtuanya setamat SD.

       “Anak-anak zaman dulu, amat patuh kepada orangtuanya. Apa pun yang mereka ucapkan pasti dituruti. Takut membantah,” ucapnya di suatu kesempatan ketika kami berbincang mengenai ‘betapa masih mudanya beliau’ padahal sudah memiliki 10 orang anak.
       Takdir menuntunnya menjadi wanita tegar nan tangguh. Ia menjadi seorang janda saat anak bungsunya masih menyusui. Sejak saat itu ia bangkit menjadi srikandi bagi anak-anaknya. Memutar otak, memikirkan bagaimana cara menghidupi anak-anaknya. Makan, pendidikan dan kebutuhan lainnya.
      Akhirnya ia memutuskan untuk beriwarausaha. Diawali dengan menjual jilbab—jahitan orang lain. Lama kelamaan, akhirnya bisa mempunyai modal sendiri. Dengan itulah sampai sekarang ia menghidupi anak-anaknya.
     Dengan cucuran keringatnya, anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan. Sungguh, tiada kudapati dirinya kecuali wanita kuat nan tegar. Ombak kehidupan yang terkadang menghantam, ia hadapi dengan berserah, meski mungkin sesekali air matanya mengucur.
Wanita tangguh itu adalah ibuku. Dengan bangga kulafazkan, wanita hebat itu adalah ibuku. Yah, dia ibuku. Wanita yang selama ini menjadi inspirasi di tiap langkahku, penyemangat di tiap terpurukku.
Yah, dia ibuku, yang meski kulakukan apa pun, takkan pernah bisa membalas segala apa yang ia berikan. Dia ibuku, wanita tertangguh di bumi.
Wanita teristimewaku itu, hari ini, tepatnya 30 Desember 2015 berulang tahun yang ke-49. Selepas isya tadi, saya meneleponnya, memberikan ucapan selamat ulang tahun.
Dapat kurasakan nada girang di intonasi suaranya saat menanggapi ucapanku. Demikianlah seorang ibu, perhatian dari anak-anaknya lebih berharga dari apa pun. Ia tak butuh kado mahal, ia hanya butuh anak-anaknya terus memperhatikannya.
Yang membuat saya sedih, besok saudara-sadaraku akan memberikan kejutan pada ibu, mengadakan pesta kecil-kecilan untuk ulang tahunnya dimana saya mungkin tidak bisa hadir. Bukan karena jarak yang jauh, namun sebab izin yang mungkin tak kuperoleh untuk pulang.
Saya sedih, jika besok saya tidak bisa ikut menyerahkan kado saya—yang meski harganya tidak seberapa—kepada ibu.
Ya Allah, kumohon dengan segala karuniaMu, semoga hamba mendapat izin besok. Saya sangat ingin merayakannya bersama saudara-saudara yang lain.
Sebelum mengakhiri ini, kuucapkan, “Happy birthday my Mom …. Semoga panjang umur dan senantiasa dikaruniakan kesehatan olehNya. Diberi rezeki berlimpah dari Sang Pemberi. Hiduplah yang panjang, Mom, moga saya bisa menjadi anak yang berbakti. I love u so much ….”
Pena cinta untuk ibu

Rabu, 30 Desember 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar