Hari ini, pagiku kulalui dengan
sedikit kecerobohan. Akibatnya saya berkejaran dengan waktu dan jarak, berlari
menuju motor—di mana Mega sudah menunggu di sana—tanpa mengikat tali sepatu, segera
menancap gas menuju fakultas.
Beberapa menit yang lalu, kami—saya dan
mega—merepotkan Nur dan Cece di depan laptop dan print, membantu mengedit
persetujuan pembimbing dengan tergesa-gesa. Diwarnai dengan sedikit omelan Cece
yang selalu memperingatiku untuk memprint segala sesuatu keperluan di malam
harinya. Hehehe, sorii, Ce, kelupaan :D.
Sesampai di depan
fakultas, dosen pembimbing kami yang baik dan perhatian sudah menunggu di dalam
mobilnya, menanti kami mahasiswa bimbingannya yang telat. Akhirnya saya dan Mega
saling dorong mendorong menghadap beliau, takut.
Namun, ah … Alhamdulillah, beliau
tidak marah, hanya dengan tergesa meminta berkas yang harus ditandatanganinya sebelum
ke pergiannya ke LN selama sebulan.
Saya merasa sangat beruntung beliau
menjadi pembimbingku, sebab beliau benar-benar membimbing mahasiswa
bimbingannya dengan penuh tanggungjawab. Bahkan beberapa jam kemudian kami akan
kembali bertemu untuk membahas masalah skemaku yang katanya banyak salah. Arigatou
gozaimasu, Ustaz, semoga segala urusan Ustaz dilancarkan olehNya.
Saya sebenarnya tidak
tahu ke mana arah tulisan ini. Saya hanya ingin menulis saja dan menumpahkan
isi kepalaku di pagi menjelang siang ini. Mungkin, untuk kubaca di lain waktu,
salah satu kisahku di mahasiswa tingkat akhir.
Ma’had
Aly, 09 April 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar