Namaku kehilangan. Aku dikenal sebagai pembawa
kesedihan. Aku, teramat ditakuti oleh sebagian manusia. Tak sedikit di antara
mereka yang menangis pilu jika kebetulan aku menjamah hidup mereka. Bahkan,
mereka kerap berucap tentang diriku, bahwa aku adalah sesuatu yang teramat
menyakitkan.
Namun, aku sungguh tak peduli. Aku hanyalah
sebahagian kecil dari sekian banyak yang harus mewarnai hidup manusia, menguji
hati mereka, menanamkan pemahaman bahwa hidup tak hanya tentang tersenyum saja.
Itu tugasku dari Sang Atasan.
Aku diciptakan sebagai pengukur kualitas para
hati. Jika tanganku menerkam hati manusia, apakah hati mereka menjadi lemah
atau malah semakin kuat.
Itu pilihan mereka, sebab sekali lagi … aku
sungguh tidak peduli, toh aku hanya menjalankan tugas.
Namun, jika boleh, izinkan aku berpesan kepada
kalian, wahai manusia. “Jika dalam perjalanan hidup, jika kebetulan kalian berpapasan
denganku—sekali atau malah berkali-kali—jangan terlalu terpuruk, menangis
seakan tiada lagi harapan hidup. Sungguh itu hanya membuang-buang waktu. Kalian
hanya perlu yakin, bahwa aku ada justru untuk menguatkan hati, aku ada untuk
mengukur ketegaran hati.
Tidak, aku sama sekali tidak melarang kalian
meneteskan air mata, itu normal, hanya saja sewajarnya, seperlunya, sebab hidup
dipenuhi beraneka macam rasa, yang butuh kepandaian manusia untuk mengolahnya.
Namaku kehilangan
Aku begitu menyakitkan
Namun aku hanya selingan
Di antara segala rasa di hidup kalian
Gowa, 07-04-16

Tidak ada komentar:
Posting Komentar