About Me

Foto saya
Perempuan penikmat bulan purnama yang mempunyai mimpi, kelak berjalan di bawah pohon sakura bersama seseorang yang telah halal

Kamis, 17 Maret 2016

SURAT KE-9 UNTUK AYAH; TENTANGKU DAN TENTANG HARI-HARI YANG BERLALU



Hai Ayaaah … apa kabar hari ini? Hehehe, maaf maaf, jangan marah karena lumayan lama tidak menulis surat. Tidak ada alasan yang khusus sih sebenarnya, hanya ingin menumpuk rindu saja.

Saat menulis ini, saya sedang duduk di depan tv sambil mengetik. Nonton DA3, Ayah. Hahaha, sejak mengikuti audisi DA Asia, saya malah berubah menjadi penikmat dangdut, tapi hanya audisinya saja sih. Tapi itu tidak penting.
Ayah, semalam saya bermimpi, buruk, sesuatu yang tak kuinginkan terjadi. Namun, buruknya lenyap karena saya melihat ada ayah dalam mimpi itu. Batu rindu saya sedikit terkikis, meskipun wajah ayah tidak jelas di sana. Tapi, saya senang, setidaknya saya memimpikan Ayah. Rinduku pada Ayah tidak akan pernah bisa benar-benar terobati, sebab batu rindu barulah benar-benar akan melebur ketika berjumpa. Tapi, lupakan.
Ayah, sejak saat menulis surat terakhir kali, banyak hal yang terjadi. Gado-gado. Mulai dari saya yang akhirnya sudah seminar proposal, galau karena tidak lolos seleksi ke Jepang (hiks, ini yang paling bikin GeGaNa), sampai kegamangan karena tak kunjung menemukan referensi materi skripsi yang kucari-cari (tapi, alhamdulillah, Ayah, saya sudah menemukannya tadi).
Banyak hal, kan, Ayah? Tapi saya sangat minta maaf, tidak bisa menceritakannya satu-satu. Saya harus segera mengakhiri surat ini, skripsi menunggu. Saya harus bimbingan sebelum pembimbingku ke luar negeri, satu bulan.
Bye bye, Ayah … Otousan ni aitai ….
Di ruang rindu, 16 Maret 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar