Hai Ayaaah … apa kabar hari ini? Hehehe, maaf
maaf, jangan marah karena lumayan lama tidak menulis surat. Tidak ada alasan
yang khusus sih sebenarnya, hanya ingin menumpuk rindu saja.
Saat menulis ini, saya sedang duduk di depan tv
sambil mengetik. Nonton DA3, Ayah. Hahaha, sejak mengikuti audisi DA Asia, saya
malah berubah menjadi penikmat dangdut, tapi hanya audisinya saja sih. Tapi itu
tidak penting.
Ayah, semalam saya bermimpi, buruk, sesuatu
yang tak kuinginkan terjadi. Namun, buruknya lenyap karena saya melihat ada
ayah dalam mimpi itu. Batu rindu saya sedikit terkikis, meskipun wajah ayah
tidak jelas di sana. Tapi, saya senang, setidaknya saya memimpikan Ayah.
Rinduku pada Ayah tidak akan pernah bisa benar-benar terobati, sebab batu rindu
barulah benar-benar akan melebur ketika berjumpa. Tapi, lupakan.
Ayah, sejak saat menulis surat terakhir kali,
banyak hal yang terjadi. Gado-gado. Mulai dari saya yang akhirnya sudah seminar
proposal, galau karena tidak lolos seleksi ke Jepang (hiks, ini yang paling
bikin GeGaNa), sampai kegamangan karena tak kunjung menemukan referensi materi
skripsi yang kucari-cari (tapi, alhamdulillah, Ayah, saya sudah menemukannya
tadi).
Banyak hal, kan, Ayah? Tapi saya sangat minta
maaf, tidak bisa menceritakannya satu-satu. Saya harus segera mengakhiri surat
ini, skripsi menunggu. Saya harus bimbingan sebelum pembimbingku ke luar
negeri, satu bulan.
Bye bye, Ayah … Otousan ni aitai ….
Di ruang rindu, 16 Maret 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar