About Me

Foto saya
Perempuan penikmat bulan purnama yang mempunyai mimpi, kelak berjalan di bawah pohon sakura bersama seseorang yang telah halal

Kamis, 03 Maret 2016

TUHAN, PERTEMUKAN AKU DENGAN REFERENSIKU




            Menjadi mahasiswa tingkat akhir yang tengah menyusun skripsi, bukan hal biasa jika berburu referensi di berbagai perpus setiap ada kesempatan. Mata akan berbinar senang, begitu menemukan buku yang berkaitan dengan materi skripsi yang sedang digarap. Sebaliknya, bakal GeGaNa—baca Gelisah Galau Merana—kalau materi skripsi termasuk susah referensinya.

          Hhhh, virus GeGaNa itulah yang sedang menjangkitku sekarang, sebab si ‘dia’ yang amat sulit kutemukan. Padahal beberapa perpus sudah kujelajahi, termasuk perpus Fakultas lain—Fakultas Kesehatan, karena skripsiku memang menggunakan pendekatan kesehatan.
          Kata orang yang spesialis di bidang kesehatan, materi yang kubahas itu termasuk banyak referensinya, hanya saja tidak mempunyai pembahasan tersendiri. Justru di situlah letak GeGaNaku. Membaca buku tentang kesehatan, apalagi kedokteran dengan istilah-istilah yang teramat asing, membuatku memijat-mijat kepala.
          Kemarin dengan ditemani kak Riri, saya semangat 45 menuju perpus Fakultas Kesehatan, berharap menemukan referensi yang kucari-cari. Saya memang menemukan sedikit referensiku di sana, tapi itu sudah cukup membuatku dan kak Riri mau muntah karena pening membaca istilah-istilah kedokteran yang sangat susah kami pahami. Wahai mahasiswa kesehatan, kedokteran, kalian memang keren, seribu jempol untuk kalian.
          Beberapa hari yang lalu saya juga ke perpus masjid al-Markaz, namun, hasilnya nihil, tak juga kutemukan untuk referensi bab duaku. Di saat teman-teman asyik mengetik dengan setumpuk buku di meja, saya malah terlena mengelilingi rak buku sastra, sibuk mencari novel untuk kupinjam saat pulang nanti.
Apa lebih baik saya ganti judul saja, yah? Hhh, tapi saya sudah seminar proposal.
          Oh Tuhan, pertemukan aku dengan referensiku. Turunkanlah pangeran berkudah putih, yang dengan gagah perkasa membawakan sekardus buku tentang skripsiku. Akan kusambut ia dengan membungkuk anggun sambil berucap, “Arigatou gozaimausu ….” (Hohoho)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar