Kawan, baru saja kita saling berucap
tentang rindu yang tak terkata, tentang waktu yang katamu sangat ingin kau
putar agar esok segera datang. Ah, Kawan, aku pun sangat ingin bersua denganmu.
5 tahun bukanlah waktu yang singkat. Banyak hal sudah berubah. Banyak.
"Jangan heran kalau liat saya
besok, sekarang saya gendut," Katamu.
"Memangnya berapa berat
badanta?" tanyaku penasaran. Sungguh aku hanya bisa menerawang tentangmu,
Kawan.
"56 Kg," jawabmu.
Begitulah, percakapan kita yang menuai tawa dan nostalgia
masa-masa pesantren terus mengalir, mencipta rindu agar segera bersua, mendesak
waktu agar cepat berlalu menuju hari esok.
Ah, tak terasa 14 menit telah berlalu, telepon harus segera
kututup. Kau pun tak keberatan, sebab telepon itu modal pinjaman.
“Pokoknya, kita harus ketemu besok. Kau harus datang,”
tegasmu, yang entah berapa kali kau ucapkan sebelum kututup telepon.
Tentu, Kawan, akan kuusahakan, sebab esok mungkin adalah
hari dari sekian hari-hari yang kutunggu tuk menumpahkan rindu.
Semoga Tuhan benar-benar mempertemukan kita.
Sahabatmu, di Ruang
yang Bernama Rindu


Tidak ada komentar:
Posting Komentar