Kerap, orang-orang di sekeliling kita tidak bisa membedakan
kita, Kawan. Pun Pembina, sering menyapaku dengan namamu. Bahkan kemarin,
begitu keluar dari café baca perpustakaan, lagi-lagi seseorang menyapaku dengan
namamu. Kita begitu mirip, bukan?
Kau bahkan pernah heran melihat dirimu di sebuah foto yang
menurutmu kau tidak pernah berfoto di situ, padahal dirikulah itu. Lihatlah! Betapa
miripnya kita. Kita seperti saudara kembar yang lahir dari rahim yang berbeda.
Oh ya,
kita juga lahir di bulan dan tahun yang sama. Kau kakak sehariku.
Hari ini, Kawan, adalah hari yang sangat sakral untukmu. Jodoh
telah menjemputmu. Seorang lelaki beruntung nan berani, kan menjadikanmu
miliknya mulai hari ini. Selamat, My twin, Kawanku, selamat berbahagia.
Kemarin, saat aku melihat foto mappaccingmu, kita tidak
lagi kembar. Kau benar-benar berbeda, jauuuh lebih cantik dari biasanya. Ternyata
benar kata orang, wanita yang jarang tersentuh make up, akan terlihat
sangat cantik dan berbeda ketika menikah. Kami sahabat-sahabatmu di sini
mengakui itu.
Sekali lagi selamat, sebab sebentar lagi
akan melangkahkan kaki ke pintu rumah tangga. Sebentar lagi, segala sesuatunya
tidak akan kau lakukan lagi sendiri.
Kawan, saat menulis ini, teman-teman yang lain sudah
bersiap-siap untuk menuju rumahmu. Katamu kami harus jadi panitia di hari pentingmu. Yah,
baiklah, aku pun akan bersiap-siap. Kau ratunya di sini, kami harus menurut,
bukan?
My twin sekaligus sahabatku, sahabat kami yang pula
sahabatmu. Bagiku, bagi kami, bahagiamu ialah bahagia kami jua. Ukirlah cerita
yang indah bersamanya. Selalu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar