About Me

Foto saya
Perempuan penikmat bulan purnama yang mempunyai mimpi, kelak berjalan di bawah pohon sakura bersama seseorang yang telah halal

Senin, 11 Januari 2016

SURAT KE-6 UNTUK AYAH

Kurajut rindu dengan benang kata, agar kelak menjadi rajutan paragraf yang bisa kulepas kenakan semauku


       Assalamualaikum, Ayah … saya harap Ayah dalam keadaan sehat selalu.
       Kali ini saya akan bercerita kepada Ayah tentang kelanjutan pekan ilmiah. Saya sudah menyinggung di surat sebelumnya, kalau saya ikut lomba KTI. Wuiiih, Ayah, hari itu luar biasa, kami duduk dari jam 08.00-17.00, beragam macam gaya sudah saya lakukan untuk merenggangkan badan.

       Efeknya setelah itu, Ayah, saya sakit, demam. Bahkan saat mengetik surat ini saya masih kurang enak badan. Batuk serta flu dan kepala nyut-nyut.
       Tapi, Alhamdulillah, ternyata sakit saya tidak sia-sia, setidaknya saya masuk final. Namun, Yah, masalah selanjutnya, saya tidak bisa belajar dengan maksimal sebab sakit. Saya juga amat khawatir di saat presentase tidak bisa menjawab pertanyaan juri, itu sungguh memalukan, apalagi jika disaksikan seluruh penghuni Ma’had Aly.
       Tapi, Alhamdulillah Ayah, saat presentase tadi semuanya berjalan lancar, pertanyaan juri bisa saya jawab. Itu sudah lebih dari cukup buatku. Lagi-lagi, setidaknya saya tidak memalukan di atas penggunf seperti tahun lalu.
       Kalau masalah dapat juara berapa, itu tidak menjadi soal, kan, Ayah? Setidaknya saya sudah berusaha melakukan yang terbaik.
       Suratnya sekian dulu.Kuharap Ayah juga menulis surat untukku, meskipun surat itu hanya akan kuterima lewat mimpi. Rinduku pada Ayah mungkin sudah tak terkata lagi.

Peluk rindu untuk Ayah

11 Jan 2016 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar