About Me

Foto saya
Perempuan penikmat bulan purnama yang mempunyai mimpi, kelak berjalan di bawah pohon sakura bersama seseorang yang telah halal

Senin, 13 Juni 2016

Sebuah Catatan untuk Sahabat yang Terluka




Beberapa waktu yang lalu kau berbisik di telingaku, Kawan, tentang sebuah cinta yang dikhianati dan kepercayaan yang dirobohkan.

Kau bersedih, dalam diammu teramat kecewa. Kau salah menaruh cinta, keliru menggenggam setia yang keluar dari bibirnya. Tutur manisnya merengkuh hatimu yang ternyata pada akhirnya mengiris binarmu dengan sembilu khianat.
Sudahlah, Kawan! Jangan bersedih, lenyapkan laramu! Hapuskan segala hal tentangnya! Bukannya kau pernah berkata yang entah dengar dari siapa, bahwa jika kita telah meminta yang terbaik dari Sang Pemilik Cinta, lalu seseorang datang kemudian hanya untuk pergi meninggalkan jejak luka, berarti bukan ia yang terbaik bagi kita menurutNya.
Kawan, sosok yang terbaik itu mungkin berada jauh dari pandanganmu, kau hanya perlu menghadirkannya dalam doa-doamu.
Aku mungkin bukan pakar cinta, tapi terkadang narsis menyebut diri dokter cinta. Izinkan aku berucap sebagai seorang sahabat. Jangan salahkan cinta, Kawan! Jangan sekali-kali! Bukan ia yang mengundang dukamu, namun orang yang tak mengerti untuk apa cinta hadirlah yang menyalahgunakannya. Sebab cinta adalah makhluk suci yang tak bernapas.
Sahabatmu
Gowa, 12 Juni 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar