Saat ini entah mengapa aku ingin berbicara
tentang rindu. Menumpahkan tutur pada malam yang lebih banyak membisu. Membisik
pada angin yang tengah asyik bermain dengan daun. Mungkin aku sudah terlampau
letih menelusuri labirin demi labirin, demi mencari senjata pembunuh rindu. Kau
tahu? Hanya kutuai lelah dan sesak dalam tiap langkahku.
Sungguh merindu adalah pekerjaan yang
melelahkan. Ia tak hanya menguras rasa, tapi juga masa.
Adakah yang sudi mengajariku membunuh rindu
yang tak pernah usai? Tapi jangan menawariku perjumpaan. Sekali-kali jangan. Sebab
rindu, jumpa dan tentangnya adalah hal mustahil tuk bertaut, seperti malam yang
tak akan pernah bersua dengan siang.
Tapi kau tahu? Meskipun merinduinya teramat
menyakitkan, bodohnya aku selalu bisa menemukan alasan untuk itu, sebab
darahnya mengalir di dalam darahku.
Berbincang rindu
10 Juni 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar