Kaget bin
senang, setelah memasuki pintu Gramedia tadi siang, setelah melewati satpam yang
menyambut ramah, di samping rak novel, si Veer, teman kamar yang kece bin baik
hatinya tiba-tiba saja berbalik dan menyodorkan selembaran merah sambil berucap,
“Ini, pembeli novel.”
Ahhaide’,
hal apa coba yang paling membahagiakan bagi mahasiswa yang lagi kanker (baca
kantong kering) sepertiku tiba-tiba ditraktir novel? Diajak ke toko buku saja
mataku sudah berbinar, itung-itung untuk melihat harga buku yang jadi incaranku
sekarang.
Setelah ber-arigatou
ria, jadilah saya melangkah riang di antara rak-rak buku menuju komputer,
mencari letak karya Orhan Pamuk, Snow, novel terjemahan dari Turki. Tapi
sudahlah, hasil akhirnya malah kecewa, nothing.
“Tidak apa-apa,
masih banyak novel lain yang dulu belum sempat kubeli,” hiburku pada diri
sendiri.
Entah mengapa
jika ke Gramedia, hal pertama yang selalu memaku pandangan mataku ialah
novel-novel bernuansa Jepang. Well, beberapa tahun terakhir memang lagi maniak
sama hal-hal yang berbau Jepang, entah itu anime atau novel.
Akhirnya pilihan
jatuh pada novel—yang sebenarnya belum tahu genrenya apa—IQ84 karya Haruki
Murakami. Itu semua tak lepas dari bujuk rayu si lelaki gramedia (kusebut ia
seperti itu) yang tak henti memuji novel tersebut.
Setelah beberapa
saat menghabiskan waktu di Gramedia, kami berdua melangkah riang keluar. Sasaran
selanjutnya bioskop, itung-itung refreshing
dari ujian komprehen yang tidak kelar-kelar.
Kebetulan film
yang sebentar lagi tayang hanya My Stupid Boss. Deal, kami menonton itu. Dan
lagi-lagi si Veer yang traktir. Katanya saat kusodorkan uang, “Sudah niat dari
awal sebelum berangkat.”
Hiks, saya
terharu. Menurut status terbarunya, itu hal romantis yang dilakukan berdua
bersama teman sekamar, syukuran. Dia baru saja pulang dari MTQ dan berhasil
meraih juara 1 tingkat provinsi. Saya doakan, Veer, semoga kamu terpilih di
salah satu nama yang naik umroh (amin) dan selamat berjuang di Lombok!
Setelah beberapa
saat menunggu, kami masuk ke gedung bioskop, tertawa ria melihat Reza yang ber-acting
menjadi bos menyebalkan, sesekali
diselingi batuk berdahak yang sudah berusaha kutahan agar tidak mengganggu
penonton lain (akibat beberapa hari lalu terlalu menikmati hujan).
Dan akhirnya
… arigatou gozaimasu, Veer, sebab sudah memanjakan teman sekamarmu
separuh hari. Semoga murah rezeki dan sukses selalu, Kawan :D



Tidak ada komentar:
Posting Komentar