Kemarin, saat kakiku melangkah meninggalkan
Flamboyan, ada sesak yang nyaris terisak. Betapa tidak? Selama empat bulan
terakhir, langitnya menyaksikan segala kisah dan menemani langkahku yang
berkutat antara kos dan tempat kursus, SMART ILC. Bahkan malamnya pernah
menyimpan cerita rapuhku, sebab tak lulus di Placement Test menuju Pre-Grammar
tuk kali pertama di bulan Desember. Mengingat masa itu selalu mengundang tawaku.
Jika meminjam istilah teman, aku bagai butiran debu. Sekarang, setelah menjadi
aktivis PT, hatiku mulai berdamai, seperti aku yang sudah mulai berdamai ketika
naskahku di tolak penerbit.
Baiklah ... kucukupkan tentang Placement Test,
sebab ini tentang langit Flamboyan, langit yang menyaksikan segala halku 4
bulan terakhir, langit yang menyelimuti fitri House—kostku—dengan ibu kost yang
baik hati. Langit yang menyuguhkan Purnama untukku di saat sedanku, serta
langit yang menulis segala kisahku menimba ilmu di SMART ILC hingga ia pindah
ke Jl. Cempaka.
Sekarang, langit lain sudah mulai membuka
lembaran kisah tentangku. Ia mungkin sekarang sedang menulis tentangku yang
tengah menulis ini dan mengingatkanku tentang bulan yang kupandangi dengan
takjub malam kemarin, saat kusangka rajutanku tertinggal di Fitri House.
Menulis kisahku, hari ini yang entah sampai kapan, mengayun langkah atau
bersepeda dengan semangat menuju SMART di Cempaka yang mungkin juga tengah
menulis kisah perjalananku menuntut ilmu di sana.
Kuucapakan terima kasih kepada langit Flamboyan
yang telah menemani menulis kisahku selama 4 bulan terakhir, dan terima kasih
kepada langit-langit selanjutnya yang membisikku dengan ramah, bahwa mereka
akan menemaniku menulis kisahku selanjutnya.
Langit Anyelir-Pare, 10 April
2017


Tidak ada komentar:
Posting Komentar