Malam
ini kami sedang duduk di Warung OploStar Jl. Brawijaya saat kuputuskan untuk
menulis ini. Kami berkumpul dalam rangka farewell party Nangguru kami, kak Riri.
Hiks, besok dia pulang ke Sulawesi. Tentunya kami semua bersedih sebab padanya
sering kali kami belajar jika ada materi grammar yang tidak kami pahami.
Selain
saya, Cece, Vhe, Nirah dan juga Immah yang beberapa bulan terakhir selalu
bersama kami, ikut serta pula Abdal yang juga nak Sulawesi—satu-satunya teman
sekelas Cece di MC—dan salah satu tutor kami di SMART ILC, Mr. Feri.
Dengan
hadirnya salah satu tutor—yang kasusnya jarang—membuktikan betapa berkesan
sepak terjang kak Riri di tempat kursus selama 5 bulan terakhir.
Yah,
memang dia tercatat sebagai pemecah rekor. Satu-satunya member yang selalu
lulus sekali tes di Placement Test dengan nilai yang kadang bagi orang lain
untuk mendapatkannya butuh perjuangan dan mental baja.
Bahkan
di Placemenet test terakhir kali, saat dia mengikuti tes ke High Class—dia tidak
akan mengambil program itu meski lulus—level tertinggi di grammar SMART, dia
langsung lolos dan mendapat nilai tinggi, di mana orang-orang berdarah-darah
untuk menggapainya dan bahkan harus ikut tes berkali-kali.
Yah,
dia kak Riri, alumni TH yang terkadang menjadi perbincangan member dan tutor
karena kecerdasannya, besok memutuskan pulang dan itu disayangkan banyak orang
kerena belum menyelesaikan sekolahnya.
Untuk kak
Riri jika membaca ini, sampaikan salam kami untuk Sulawesi, hati-hati di jalan
dan semoga nanti berubah pikiran dan kembali lagi ke sini untuk menyelesaikan
sekolah di SMART.
Yang kerap
mengganggumu untuk belajar
Pare,
25 April 2017


Tidak ada komentar:
Posting Komentar