Tak terelakkan, jumpa akan menjabat tangan
pisah di ujung jalan tuk memulai jumpa kemudian pisah yang baru di tempat lain.
Kisah-kisah yang kita rangkai bersama biarlah
menemukan sampulnya, agar halaman kisah-kisah yang pernah kita tuliskan
tetap terjaga dan akan menjadi senyum nostalgia jika kelak kita kembali membuka
lembar demi lembar halamannya.
Kawan, ketika kakimu melangkah pergi dan
menyisakan kami yang melambaikan tangan untukmu, bacalah harap kami, simpanlah
kami dalam memorimu dan jangan pernah hapus itu. Hubungilah kami sekali-kali. Tali
ukhuwah yang telah kita sambung di tempat ini jangan sampai terputus dan tetaplah
mengharap perjumpaan selanjutnya.
Cukup banyak cerita yang sudah kita lalui. Jika
di pertengahan cerita itu ada hal yang mengganggu hati, semacam perkataan atau
perbuatan yang melukai, semoga tak ada yang tersisa di antara kita. Agar kaki
ringan melangkah sambil merindukan perjumpaan selanjutnya.
Momen yang terabadikan lewat foto-foto,
cerita-cerita yang tertuliskan lewat kata atau yang hanya sekedar terekam di
kepala, izinkanlah waktu memeluknya sebagaimana kita yang selalu setia memeluk
waktu.
Hati-hati di jalan untuk kalian, sahabat, yang
terlebih dahulu melangkahkan kaki, terima kasih atas segala kebersamaannya. Kelak
ketika masanya telah tiba, kami pun akan melangkahkan kaki sepertimu.
Yang Mengaku Sahabatmu
Pare 01 Mei 2017


Tidak ada komentar:
Posting Komentar