Terkadang
ada masa, dimana kau sangat ingin berteriak kencang, menjerit sepuasnya untuk
menerbangkan sesak yang menghimpit dadamu. Tapi, di sisi lain, kau tidak ingin
membuat orang lain terganggu. Sedang jika sesak itu terus tersimpan di dadamu,
kau takut suatu saat ia akan meledak yang akhirnya akan merusak suasana di
sekitarmu.
Ketahuilah
wahai Sahabat, memendam sesak di dalam
hati sama halnya dengan menanam penyakit untuk dituai suatu saat nanti.
Maka keluarkanlah ia, namun dengan jalan yang berbeda.
Sungguh
obat hati yang paling mujarab untuk menghilangkan sesak, gelisah yang
menghimputmu adalah al-Qur’an dan berzikir kepadaNya. Sungguh wahai sahabat,
akan kau dapati ketenangan yang luar biasa. Air kesejukan seakan-akan menghanyutkan
rasa sesak itu, membersihkannya tak tersisa, hingga kau dapati hatimu merasa
plong.
Akan kau
dapati pula perubahan suasana hati yang drastis. Sungguh kau akan merasakannya
wahai sahabat, perasaan yang sesak tadi tergantikan dengan perasaan nyaman.
Sahabat,
mari kita mengamalkannya bersama-sama, juga saling berbenah menuju padaNya. Jika
sekarang bersua kita dengan kata,
saling mengenal dengan kata, hingga akhirnya nanti—tiada yang tahu rencana
Allah—kita pun akan berjumpa karena kata, di JannahNya.
Renungan
Gowa, 16 Feb 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar