Aku jatuh tertelungkup
mencintainya, lagi dan lagi
kisahnya … menumbuhkan bunga mawar mekar di hati
menebar aroma keharuman di taman harap
Cinta itu memadati setiap rongga dadaku
menjelmanya menjadi rindu
berwujud sedu
pertemuan mendesak, kian menggebu
Ia, kekasih Sang Kekasih
keelokan wajah, akhlak, kemuliaan di genggamannya
kuterawang melalui pena
dan cinta itu, lagi dan lagi menumbuhkan benih
Air bening yang mengalir
saksi kekaguman segala lembaran perjalanannya
buah pedih yang menjadi bulir
pelepas kepergian di saat ia menutup mata
meski hanya kusaksikan dari tutur zaman ke
zaman
Di ruang rindu
Makassar—Ma’had Aly, 29 Januari 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar