About Me

Foto saya
Perempuan penikmat bulan purnama yang mempunyai mimpi, kelak berjalan di bawah pohon sakura bersama seseorang yang telah halal

Rabu, 13 Februari 2019

SURAT KE-12 UNTUK AYAH (TANJOUBI OMEDETOU 2)


Hai Ayah, apa kabar? Sungguh kata-kata di kepalaku seperti membeku saat memutuskan untuk menulis surat untukmu. Sudah terlalu lama saya tidak berbicang denganmu lewat surat. Terakhir, surat ke-11 kutulis waktu Senin, 24 April 2017 lalu. Lama. Nyaris genap dua tahun. Si bungsu yang kuceritakan di surat terakhir sudah kelas III SMP sekarang.
Tanjoubi Omedotou, Ayah. Kuharap Allah senantiasa memberikan hadiah terindah untuk ayah di alam sana. Di alam penantian. Semoga segala doa yang kulafazkan untukmu diijabah oleh-Nya. Meskipun lama tidak menulis surat, namun doaku tak pernah terputus untukmu.
Ada banyak hal yang bersesak-sesak di kepalaku, berebut untuk diceritakan kepadamu, Ayah. Banyak. 2 tahun ini saya melalui banyak hal. Berita terbesar yang kupilih untuk kuceritakan ialah ... saya jadi guru, Ayah. Guru. Suatu profesi yang sama sekali tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Profesi yang bagiku di waktu dulu sangat mustahil bisa kujalani. Tapi dengan dunia anak di sekelilingku, membuat pandanganku berubah dengan profesi ini.
Saya sungguh menikmati menjadi bagian di dunia mereka. Mengajari mereka huruf demi huruf hijaiyah, menuntun mereka untuk menghafal ayat-demi ayat sungguh menyenangkan. Melihat mereka tertawa, menangis, kebingungan adalah hal seru. Tapi harus kuakui ini, Ayah, hampir saja saya menangis waktu masa-masa awal mengajar mereka. Saya hampir tidak bisa mengontrol mereka.
Saya tidak tahu apakah Ayah tahu ini atau tidak, tapi suaraku sungguh tidak bisa lantang. Untuk membuat orang yang banyak diam saat ribut, bukankah butuh suara lantang? Ayah, hampir-hampir saya menyerah karena suaraku. Untunglah, sekarang ini saya merasa sedikit bisa melewati problem ini.
Suratku sampai di sini dulu, Ayah. Ada hal mendesak yang harus segera kuselesaikan. Saya sedang dikejar deadline.
Berkunjunglah ke mimpiku sekali-kali, agar retak rinduku yang sudah membatu.
Kecup Rindu di Hari Lahirmu
Ruang Rindu, Kamis, 14 Februari 2019
Otousan ni Aitai

2 komentar:

  1. ������������������������
    Pasti beliau bangga karena anaknya tumbuh menjadi sosok yang kuat ,tangguh dan sangaaaaaaat baik semoga kita semua kelak akan berjumpa kembali dengan semua yang kita cintai di surga ...di tempat kekal yang takkan pernah lagi terpisah Aamiin

    BalasHapus