About Me

Foto saya
Perempuan penikmat bulan purnama yang mempunyai mimpi, kelak berjalan di bawah pohon sakura bersama seseorang yang telah halal

Senin, 16 Oktober 2017

JEJAK LANGKAH


Dari sekian cara untuk mengikat momen penting ialah menyimpannya di dalam hati dan menulisnya untuk dibaca di kemudian hari. Saya memilih cara keduanya untuk kelak menapaki kembali jejak langkah kita di masa lalu.

            Ada banyak berita gembira kemarin. Pertama, Awal nikah. Kedua, akhirnya THK VIII bisa ngumpul. Ketiga, ini untuk diriku sendiri, kemarin saya tidak mabok kendaraan.
Perjalananan Gowa-Belawa, mengurangi daftar rindu, menambah lembar kisah di buku kenangan dan album foto. Para penghuni grup One Big Family yang kocak dan kece-kece akhirnya bisa bertatap muka, yaaah meskipun tak semua personil bisa hadir. Kemarin, akhirnya tak hanya membaca ocehan mereka tentang banyak hal di grup dengan pembahasan yang tak habis-habis, bisa juga menatap penampakan mereka secara langsung. Tak ada yang berubah. Masih seperti dulu. Anshar dan Nira yang ternyata masih seperti tikus dan kucing, Aisnul yang masih saja kocak, para ibuk-ibuk yang tidak kehabisan bahan obrolan jika jumpa, dan yang terpenting, kalian masih solid seperti dulu.
Jarak Gowa-Belawa sangat jauh, lumayan bikin mabok—tapi kemarin saya tidak mabok pemirsa (saya sungguh bangga dengan fakta ini), membuat kita tak mempermasalahkan jarak dengan mengatasnamakan kebersamaan. Berangkat sebelum isya dan sampai di tujuan sekitar jam 2 atau jam 3 subuh, entahlah rombongan kedua, saya sudah di alam mimpi saat mereka tiba. Waktu perjalanannya keterlaluan memang, tapi wajar kami singgah dan menjemput di beberapa tempat yang cukup membuat kanda Rahman khawatir melanggar nasihat neneknya untuk tidak begadang, dan langsung tepar begitu sampai di kediaman kanda Imran beserta keluarga, yang begitu ramah dan sabar kedatangan tamu seperti kami yang super duper berisik.
Esoknya, setelah sempat meratapi kesedihan karena tak melihat Awal akad, akhirnya kami berangkat ke rumah pengantin. Di sana, jeprat-jepret dan berpose tak terhitung, memperhatikan mempelai pria yang di mata kami masih tersirat ketidakpercayaan, mendengar Nawir dan Aisnul menyanyi, berfoto lagi dan memutuskan pulang.


Akhirnya setelah sekian lama, angkatan THK VIII bisa ngumpul lagi. Terima kasih untukmu Awal, berkatmu momen seperti kemarin bisa tercipta. Maaf juga karena sempat tidak percaya saat kau mengabarkan di grup tentang dirimu yang akan menikah. Itu sungguh mengejutkan, dan akhirnya kau benar-benar duduk di pelaminan dengan ketidakpercayaanku yang masih sedikit tersisa, sebagian teman-teman juga sepertiku.
            Berkat acara kemarin pula, kami bisa singgah di Barru makan tiram dan lumpur, eh maksudku tiram yang berlumpur. Ini momen yang tak terencana tapi seru. Bayangkan, kulit jempolku sampai terkelupas gegara sangat semangat membuka kerang. Kapan lagi coba ... makan dengan penuh perjuangan seperti itu.
Bagian terpenting pula, bisa jumpa-jumpa dengan ponakan dan kakak ipar yang lumayan lama tak bersua. Kalian berdua sehat selalu, yah.
Dan akhirnya sebagai penutup tulisan ini, SAMAWA untuk kalian berdua, Awal beserta istri. Bahagialah selalu! Dan jangan lupa, doakan juga teman-teman lainnya yang masih juga ngejomblo (tabe’ merasaki :D).
Di senyap yang dingin

Racing Center, 16 Oktober 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar