Dari
sekian cara untuk mengikat momen penting ialah menyimpannya di dalam hati dan menulisnya
untuk dibaca di kemudian hari. Saya memilih cara keduanya untuk kelak menapaki
kembali jejak langkah kita di masa lalu.
Ada banyak berita gembira kemarin. Pertama,
Awal nikah. Kedua, akhirnya THK VIII bisa ngumpul. Ketiga, ini untuk diriku
sendiri, kemarin saya tidak mabok kendaraan.
Perjalananan
Gowa-Belawa, mengurangi daftar rindu, menambah lembar kisah di buku kenangan
dan album foto. Para penghuni grup One Big Family yang kocak dan
kece-kece akhirnya bisa bertatap muka, yaaah meskipun tak semua personil bisa
hadir. Kemarin, akhirnya tak hanya membaca ocehan mereka tentang banyak hal di
grup dengan pembahasan yang tak habis-habis, bisa juga menatap penampakan
mereka secara langsung. Tak ada yang berubah. Masih seperti dulu. Anshar dan
Nira yang ternyata masih seperti tikus dan kucing, Aisnul yang masih saja kocak,
para ibuk-ibuk yang tidak kehabisan bahan obrolan jika jumpa, dan yang
terpenting, kalian masih solid seperti dulu.
Jarak
Gowa-Belawa sangat jauh, lumayan bikin mabok—tapi kemarin saya tidak mabok
pemirsa (saya sungguh bangga dengan fakta ini), membuat kita tak mempermasalahkan
jarak dengan mengatasnamakan kebersamaan. Berangkat sebelum isya dan sampai di
tujuan sekitar jam 2 atau jam 3 subuh, entahlah rombongan kedua, saya sudah di
alam mimpi saat mereka tiba. Waktu perjalanannya keterlaluan memang, tapi wajar
kami singgah dan menjemput di beberapa tempat yang cukup membuat kanda Rahman
khawatir melanggar nasihat neneknya untuk tidak begadang, dan langsung tepar
begitu sampai di kediaman kanda Imran beserta keluarga, yang begitu ramah dan
sabar kedatangan tamu seperti kami yang super duper berisik.
Esoknya,
setelah sempat meratapi kesedihan karena tak melihat Awal akad, akhirnya kami
berangkat ke rumah pengantin. Di sana, jeprat-jepret dan berpose tak terhitung,
memperhatikan mempelai pria yang di mata kami masih tersirat ketidakpercayaan,
mendengar Nawir dan Aisnul menyanyi, berfoto lagi dan memutuskan pulang.
Akhirnya
setelah sekian lama, angkatan THK VIII bisa ngumpul lagi. Terima kasih untukmu
Awal, berkatmu momen seperti kemarin bisa tercipta. Maaf juga karena sempat
tidak percaya saat kau mengabarkan di grup tentang dirimu yang akan menikah. Itu
sungguh mengejutkan, dan akhirnya kau benar-benar duduk di pelaminan dengan
ketidakpercayaanku yang masih sedikit tersisa, sebagian teman-teman juga
sepertiku.
Berkat acara kemarin pula, kami bisa
singgah di Barru makan tiram dan lumpur, eh maksudku tiram yang berlumpur. Ini momen
yang tak terencana tapi seru. Bayangkan, kulit jempolku sampai terkelupas gegara
sangat semangat membuka kerang. Kapan lagi coba ... makan dengan penuh
perjuangan seperti itu.
Bagian
terpenting pula, bisa jumpa-jumpa dengan ponakan dan kakak ipar yang lumayan
lama tak bersua. Kalian berdua sehat selalu, yah.
Dan akhirnya
sebagai penutup tulisan ini, SAMAWA untuk kalian berdua, Awal beserta istri. Bahagialah
selalu! Dan jangan lupa, doakan juga teman-teman lainnya yang masih juga
ngejomblo (tabe’ merasaki :D).
Di senyap yang
dingin
Racing Center,
16 Oktober 2017




Tidak ada komentar:
Posting Komentar