Di tanggal 30 Agustus 2017
Selamat, Ega, selamat Sobat sekaligus kakak iparku.
Meminjam istilah Nisa, Selamat jadi perempuan yang sesungguhnya dan selamat
jadi ibu. Selamat atas kelahiran bayinya.
Beribu selamat kuucapkan untukmu.
Tidak lama lagi, sudah akan ada yang memanggilmu Ibu insya
Allah, meskipun sejak dulu kau sudah keibuan. Adik iparmu ini mungkin tidak
bisa memberikan sebuah nasihat tentang ibu (kau tau sendirilah alasannya J), saya hanya bisa
berharap, semoga Allah selalu memberikan kesehatan untukmu dan si bayi.
Sobat, sebagian orang bertanya-tanya, buat apa ijazah kita
jika tidak dipakai untuk kerja? Buat apa sekolah hingga perguruan tinggi kalau ujung-ujungnya hanya mengurus dapur juga?
Sobat, kau mungkin lebih tahu jawabannya sebab saya belajar darimu, bahwa kita
menuntut ilmu, kuliah, memperoleh ijazah, tidak melulu hanya untuk mengisi
kantong, tapi mempersiapkan diri untuk menjadi ibu yang cerdas. Bukankah anak
yang cerdas lahir dari rahim ibu yang cerdas? Benar, kan, Nhira? (Ini
kalimat favoritmu)
Kakak ipar, selamat jadi dosen di universitas keluargamu, selamat
berjuang bersama rektormu untuk mendidik sang mahasiswa cilikmu J.
Makassar,
31 Agustus 2017, pukul 00.30
Mak
Comblangmu J



Tidak ada komentar:
Posting Komentar