About Me

Foto saya
Perempuan penikmat bulan purnama yang mempunyai mimpi, kelak berjalan di bawah pohon sakura bersama seseorang yang telah halal

Selasa, 25 Oktober 2016

GIRLS IN THE DARK_AKIYOSHI RIKAKO


Sejak membaca tuk kali pertama karya Akiyoshi Rikako—penulis asal Jepang—yang berjudul The Dead Returns, saya mulai mendeklrasikan diri sebagai penggemar karyanya. Saat itu Desember di tahun 2015. Karyanya yang ditutup dengan ending yang mengejutkan membuat saya puas.

Tak jauh beda dengan The Dead Returns, Girl in the Dark juga menyajikan cerita yang menarik, misteri dan thriller. Bercerita tentang  Klub Sastra anak SMA putri yang hanya beranggotakan 7 orang. Berisikan gadis-gadis pilihan yang ditunjuk langsung oleh sang ketua klub.
Permasalahannya adalah ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, yang tiba-tiba mati. Di tangannya ada setangkai bunga lily. Pembunuhan atau bunuh diri?
Seminggu setelahnya, klub sastra mengadakan pertemuan yang telah menjadi tradisi klub tersebut setiap akhir semester, Yami Nabe. Di pertemuan itu semua anggota harus membacakan cerita pendek yang mereka buat dan ternyata cerita mereka berisikan analisis masing-masing tentang siapa pembunuh sebenarnya.
Ceritanya benar-benar bikin penasaran karena setiap anggota membaca cerita yang saling bertentangan. Membuat saya begadang membacanya, kurang lebih mulai jam 23.30-03.30 pagi dengan tebal halaman 284. Endingnya benar-benar mengejutkan. Baca aja! Eh, omong-omong lama banget yah saya membaca? 4 jam dengan tebal segitu? Ah Lupakan!
Sebelum mengakhiri ini saya ingin bertanya karena benar-benar penasaran. Adakah orang yang seperti saya yang lebih rileks jika membaca baring (maksudnya dalam posisi baring) ketimbang duduk? Aneh, yah? 
Sudahlah! Lupakan!
Di Ruang Baca

25 Oktober 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar