About Me

Foto saya
Perempuan penikmat bulan purnama yang mempunyai mimpi, kelak berjalan di bawah pohon sakura bersama seseorang yang telah halal

Sabtu, 30 Juli 2016

THE FIRST WEEKEND IN PARE

       Menikmati angin sejuk di Taman Kili Suci, menjadi pilihan pertama kami setelah 5 hari bergelut dengan materi-materi.
Setidaknya dari kegiatan 6x pertemuan sehari, yang berarti 30 pertemuan dalam sepekan, sudah sangat cukup menguras tenaga dan otak. Refreshing memang diperlukan sebagai penyegar otak untuk menuju pekan selanjutnya, bukan?

Jadilah pagi tadi, kami—baca aku, Eki, Kak Ira yang kemudian bergabung Sarah, Fitria dan Evi, mengayuh sepeda dengan semangat menuju Taman Kili Suci.


Setelah berselfie ria beberapa kali, sambil menikmati Good Day Cappuccino—kopi yang begitu kurindukan selama di sini, di bawah pohon rindang, salah satu teman mengajukan usul untuk melanjutkan perjalanan ke SLG (Simpang Lima Gumul), yang katanya menjadi icon Kediri. Tidak butuh waktu lama untuk mengambil keputusan, yosh ... kami semua setuju.
Hal yang tak terencana memang terkadang lebih mengasyikkan. Muncul begitu saja di kepala dan langsung terealisasi. Akhirnya kami menempuh perjalanan 22 km demi mengunjungi Parisnya Kediri (demikian julukannya).



Kini aku lebih mengenal mereka setelah wisata tadi. Kami memang tidak sekamar, hanya Eki, sedang yang lain di kamar berbeda.
Kini aku mengenal kak Ira sebagai kakak yang lembut dan perhatian, Si Sarah yang di mataku selalu terlihat cute, Si Evi yang ternyata doyan selfie tapi paling bisa bahasa Inggris dan Si Fitria yang suka heboh. Kalau Si Eki mah tidak usah ditanya, kami sekamar.
Ada begitu banyak cara untuk membingkai ukhuwah. Salah satunya, cukup meluangkan waktu, menikmati kebersamaan, maka suatu saat kita akan selalu saling mengingat di mana pun berada.

Pare Kediri, 30 Juli 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar