Hai gadis-gadis penghuni Marimar Room! Apa kabar? Kalian sedang
apa? Kalau saya lagi sedang merindukan kalian sambil menatap foto kalian
satu-satu. Saya tengah menjelajahi kenangan kita. Ah, rindunya.
Saat ini saya sedang bercengkerama di ruang imaji. Membayangkan
kita nongkrong di kamar VIP kita. Melihat Via Elisabeth, Aida Isabella, Risma
Hermone dan Putri Celine yang sibuk bertengkar, gaduh karena memperebutkan sese
... ups sesuatu, bahkan sampai membentur pintu. Saya Diana dan Eki Caroline cuma
bisa geleng-geleng kepala melihat kalian. Masih ingat? sekarang saya tak henti
tersenyum. Kalian penuh kenangan. Canda tiada henti.
Atau saat-saat kita terlambat masuk kelas. Si Aknes
berteriak nyaring, “Guys, Mr. Anshori has coming!” kita membuka mata serempak,
kelabakan berjamaah, berlari turun tangga dan akhirnya Mr. Anshori sudah
selesai menuliskan semua IDIOM di papan tulis.
Hahaha, sekarang saya tertawa lagi, sambil menekan rindu.
Atau masih ingat ini? Saya si gadis pelupa, yang selalu
ribut acap kali mencari kunci sepeda, merepotkan semuanya, yang pada akhirnya
Caroline memberikan gantungan kunci yang mencolok. Ah Caroline, dia seperti
kakakku di perantauan sana, tapi herannya dia memanggilku mama. Hahaha saya
sebenarnya tidak mengerti.
Ah kawan, kenangan itu tak bisa kusebutkan satu-satu,
terlalu banyak. Saya yakin, jika kalian membaca ini, pasti tersedot pula ke
masa di saat kita mencipta kenangan itu.
Mencipta kenangan, berupa kewajiban bagi kita masa itu, di
saat perpisahan mulai mengintai. Memang tak ada pisah yang tak menyisakan
sesak, Kawan. Kita yang datang dari kota yang berbeda berbaur menjadi satu. Para
gadis yang seluruhnya bergolongan darah O. Sebulan segalanya kita lakukan
berenam. Tertawa, pening karena grammar, menyanyikan lagu yamko rambe yamko
secara serempak, bahkan sampai kepada kegilaan membuat nama british.
Perpisahan memang terlalu kejam, Kawan, tapi waktu ... mau
tidak mau harus tetap membuat kita melangkah. Saya selalu berdoa, semoga segala
impian yang selalu kita bincangkan di Marimar Room benar-benar terwujud. Masih ingat
khayalan kita, tentang pertemuan kita kelak di Bandara? Saya yakin masih ingat.
Guys, di manapun kalian berbeda, sedang apa pun kalian saat
ini, percayalah saya begitu merindukan kalian. Marimar Room yang menjadi saksi
segala impian yang kita ucapkan, marilah kita kejar dan raih itu. Mari kita
benar-benar bertemu kelak.
Remember this, rome wasn’t built in a day because life is
struggle. Ganbatte!!!
26
Oktober 2016
Di
Ruang Sesak Bernama Rindu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar