About Me

Foto saya
Perempuan penikmat bulan purnama yang mempunyai mimpi, kelak berjalan di bawah pohon sakura bersama seseorang yang telah halal

Rabu, 26 Oktober 2016

Mengintip Kenangan di Marimar Room

    

    Hai gadis-gadis penghuni Marimar Room! Apa kabar? Kalian sedang apa? Kalau saya lagi sedang merindukan kalian sambil menatap foto kalian satu-satu. Saya tengah menjelajahi kenangan kita. Ah, rindunya.

Saat ini saya sedang bercengkerama di ruang imaji. Membayangkan kita nongkrong di kamar VIP kita. Melihat Via Elisabeth, Aida Isabella, Risma Hermone dan Putri Celine yang sibuk bertengkar, gaduh karena memperebutkan sese ... ups sesuatu, bahkan sampai membentur pintu. Saya Diana dan Eki Caroline cuma bisa geleng-geleng kepala melihat kalian. Masih ingat? sekarang saya tak henti tersenyum. Kalian penuh kenangan. Canda tiada henti.

Atau saat-saat kita terlambat masuk kelas. Si Aknes berteriak nyaring, “Guys, Mr. Anshori has coming!” kita membuka mata serempak, kelabakan berjamaah, berlari turun tangga dan akhirnya Mr. Anshori sudah selesai menuliskan semua IDIOM di papan tulis.
Hahaha, sekarang saya tertawa lagi, sambil menekan rindu.
Atau masih ingat ini? Saya si gadis pelupa, yang selalu ribut acap kali mencari kunci sepeda, merepotkan semuanya, yang pada akhirnya Caroline memberikan gantungan kunci yang mencolok. Ah Caroline, dia seperti kakakku di perantauan sana, tapi herannya dia memanggilku mama. Hahaha saya sebenarnya tidak mengerti.
Ah kawan, kenangan itu tak bisa kusebutkan satu-satu, terlalu banyak. Saya yakin, jika kalian membaca ini, pasti tersedot pula ke masa di saat kita mencipta kenangan itu.
Mencipta kenangan, berupa kewajiban bagi kita masa itu, di saat perpisahan mulai mengintai. Memang tak ada pisah yang tak menyisakan sesak, Kawan. Kita yang datang dari kota yang berbeda berbaur menjadi satu. Para gadis yang seluruhnya bergolongan darah O. Sebulan segalanya kita lakukan berenam. Tertawa, pening karena grammar, menyanyikan lagu yamko rambe yamko secara serempak, bahkan sampai kepada kegilaan membuat nama british.
Perpisahan memang terlalu kejam, Kawan, tapi waktu ... mau tidak mau harus tetap membuat kita melangkah. Saya selalu berdoa, semoga segala impian yang selalu kita bincangkan di Marimar Room benar-benar terwujud. Masih ingat khayalan kita, tentang pertemuan kita kelak di Bandara? Saya yakin masih ingat.
Guys, di manapun kalian berbeda, sedang apa pun kalian saat ini, percayalah saya begitu merindukan kalian. Marimar Room yang menjadi saksi segala impian yang kita ucapkan, marilah kita kejar dan raih itu. Mari kita benar-benar bertemu kelak.

Remember this, rome wasn’t built in a day because life is struggle. Ganbatte!!!

26 Oktober 2016

Di Ruang Sesak Bernama Rindu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar