“Ia”
Oleh: Ai Otaku
Kupaksa jemari
menggoreskan kuas pekat
di atas kanvas
pucat kehidupan yang usang
akhirnya
tergambarlah ‘ia’ yang dulunya tak berwujud
dimana adanya mengusik gerak
dimana adanya mengusik gerak
sang waktu terus
berputar
Hingga letih
menjadi jalan
Hingga jenuh
menjelma pintu
Tuk menjauh dari ‘ia’nya
yang membingungkan
Makassar, 08 Oktober 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar