About Me

Foto saya
Perempuan penikmat bulan purnama yang mempunyai mimpi, kelak berjalan di bawah pohon sakura bersama seseorang yang telah halal

Jumat, 05 Juni 2015

PENGEMIS KECIL



Kelak, Dik, jadilah orang yang luar biasa

            Dia memakai peci hitam, baju kaos lusuh serta celana jeans kumal sebatas lutut. Dia duduk begitu saja di tempat parkiran becak, tempat orang berlalu lalang, keluar masuk di pusat perbelanjaan. Kulitnya yang berwarna coklat kemerah-merahan akibat sengatan matahari begitu berdebu, sepertinya kulitnya jarang terbasuh air.

      Dia tidak henti menadahkan tangan sambil terus berucap salam. “Assalamualaikum assalamualaikum ….” Terus seperti itu, seperti kaset yang diputar. Sorotan matanya menatap memohon, meminta belas kasihan kepada orang-orang yang hilir mudik, yang sebagian besar mengacuhkannya.
            Ah, hatiku menangis, bahkan mataku sudah berkaca-kaca melihatnya. Betapa kuat hatimu, Dik. Kau acuh tak acuh saja dengan tatapan orang yang melihatmu seperti ‘sampah’. Kau tak hiraukan mereka yang melangkah pongah sambil memandang jijik padamu. Ah, Dik, aku sungguh penasaran, apa yang membuatmu seperti itu? Di mana orangtuamu? Kenapa hidup sepertinya sangat kejam menghempas masa kanak-kanakmu? Ah, Dik, di mataku … kau sungguh begitu tangguh.
            Namun, hatiku jauh lebih miris melihat mereka-mereka, manusia berdompet tebal yang enggan mengeluarkan uangnya walau hanya recehan, yang mungkin tidak bernilai di mata mereka. Bahkan mereka menganggapnya sebagai ‘pengganggu jalanan’, yang lebih parah ada yang dengan tega membentaknya.
            Apa salahnya sedikit berbagi? Toch itu tidak akan mengurangi harta kita. Bukannya dengan sedekah harta akan bertambah? Malah itu akan menjadi invetasi kita untuk akhirat kelak.
            Pandanganku lagi-lagi terfokus pada pengemis kecil itu, lupakan tentang mereka-mereka.
            Kali ini, aku melihat seseorang memberinya uang, wajah polosnya langsung berseri-seri, mengucapkan hamdalah, penuh rasa syukur. Hatiku seperti tertohok melihatnya. Adakah selama ini aku bersyukur dengan nikmat Tuhan yang begitu berlimpah?
            Dik, kau benar-benar luar biasa. Aku berharap kau tumbuh menjadi manusia sukses, menjadi manusia yang peduli dengan sesama, hingga kisah kanak-kanakmu menjadi kisah inspiratif untuk semua orang.
Makassar 05/06/15


4 komentar:

  1. Kisah yang luar biasa. Meneteskan air mata seketika. Dek..terkadang dalam hidup hanya orang yang tak terdugalah bisa melakukan hal diluar dugaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sangat berterimah kasih banyak kepada nyi atas bantuannya saya bisa menang togel,
      saya benar2 tidak percaya angka ny kasi dan hampir pinsang karna angka yang di berikan nyi ternyata.
      tembus.
      awalnya saya cuma coba2 menelpon, saya bilang saya terlantar di propensi sumatra dan.
      tidak ada onkos pulang,
      mulanya saya ragu tapi dengan penuh pengharapan saya pasangin 100lembar dan.
      ALHAMDULILLAH berhasil,
      sekali lagi makasih banyak yaa nyi… dan saya tidak akan lupa bantuan.
      dan budi baik Nyi Reksosaraswati,
      bagi anda yang ingin seperti saya.
      silahkan HBG/SMS 082 322 216 958
      Demikian kisah nyata dari saya tanpa rekayasa.
      INGAT…kesempatan tidak akan datang untuk ke 2 kalinya…!

      Hapus
  2. Kisah yang luar biasa. Meneteskan air mata seketika. Dek..terkadang dalam hidup hanya orang yang tak terdugalah bisa melakukan hal diluar dugaan.

    BalasHapus